Info Terbaru


Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Tablet Tambah Darah (TTD) di SMPN 14 Kota Surakarta merupakan sebuah inisiatif penting yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi para siswa. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara sekolah, Puskesmas, dan Dinas Pendidikan untuk memastikan siswa tumbuh sehat dan dapat berprestasi secara optimal.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nutrisi yang cukup untuk perkembangan fisik dan kognitif remaja. Remaja putri, khususnya, rentan mengalami anemia defisiensi besi karena menstruasi, yang dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kelelahan. Oleh karena itu, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi langkah proaktif untuk mencegah anemia.

Sementara itu, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk melengkapi asupan gizi harian siswa yang mungkin belum terpenuhi. PMT yang diberikan berupa roti, telur, jeruk dan air mineral. 




Sebelum pelaksanaan, Ibu Dra. Liestyani Dhamayanti, M.Pd. selaku kepala Sekolah memberikan sosialisasi kepada siswa tentang pentingnya mengonsumsi TTD dan makanan bergizi. Pemberian TTD dilakukan di bawah pengawasan guru untuk memastikan siswa mengonsumsinya secara rutin.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa SMPN 14 Kota Surakarta. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Peningkatan kesehatan: Mencegah anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit terkait gizi.

  • Peningkatan konsentrasi: Asupan gizi yang baik, terutama zat besi, sangat penting untuk fungsi otak. Siswa yang tidak mengalami anemia cenderung lebih fokus di kelas.

  • Peningkatan prestasi akademis: Dengan kondisi fisik yang lebih prima dan konsentrasi yang baik, siswa diharapkan dapat belajar lebih efektif dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

  • Pembentukan kebiasaan sehat: Program ini juga mengedukasi siswa tentang pentingnya pola makan sehat dan nutrisi, membentuk kebiasaan yang akan bermanfaat seumur hidup.

Secara keseluruhan, kegiatan Pemberian Makanan Tambahan dan Tablet Tambah Darah di SMPN 14 Kota Surakarta adalah contoh nyata dari komitmen sekolah dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan siswanya. Dengan program ini, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.




 



Surakarta, 20 September 2025 - Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan begitu terasa di SMP Negeri 14 Surakarta pada Jumat pagi ini. Dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025, sekolah tersebut menggelar aksi bersih-bersih dengan tema besar "Menuju Indonesia Bersih 2029." Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Galang Pramuka dan didukung penuh oleh Kepala Sekolah, menunjukkan komitmen kuat mereka dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab terhadap kebersihan.

Pelibatan Seluruh Warga Sekolah

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya melibatkan siswa anggota Dewan Galang, tetapi juga seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga seluruh siswa. Mereka bahu-membahu membersihkan setiap sudut sekolah, mulai dari halaman, ruang kelas, hingga area taman. Sampah-sampah plastik, daun kering, dan limbah lainnya dikumpulkan dalam karung-karung besar untuk kemudian dipilah dan dibuang pada tempatnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kota Surakarta,Ibu Dra. Lestyani Dhamayanti, M.Pd menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme para siswa. "Kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Aksi kecil seperti ini adalah langkah awal menuju cita-cita besar kita, yaitu Indonesia Bersih 2029," ujarnya.

Gerakan Berkelanjutan untuk Masa Depan

Kegiatan ini bukanlah sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan yang dicanangkan oleh sekolah. Dewan Galang Pramuka berkomitmen untuk mengadakan kegiatan serupa secara rutin, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di sekitar permukiman warga. Mereka juga akan mengedukasi siswa lain tentang pentingnya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah.

Melalui World Cleanup Day 2025, SMP Negeri 14 Surakarta menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, mereka optimis bisa menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.


 

     Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di SMPN 14 Kota Surakarta menegaskan komitmen penuh sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Ini mencakup upaya pencegahan kekerasan (fisik, verbal, maupun psikis), perundungan, diskriminasi, serta memastikan terpenuhinya hak-hak anak dalam setiap aspek kegiatan sekolah. Dengan deklarasi ini, SMPN 14 Surakarta bertekad menjadi wadah di mana setiap anak merasa dilindungi, dihargai, dan dapat berkembang secara optimal tanpa rasa takut.


    Deklarasi SRA di SMPN 14 Kota Surakarta bukan hanya simbolis, melainkan menjadi dasar implementasi kebijakan dan program yang berfokus pada perlindungan dan pemenuhan hak anak. Hal ini terwujud dalam berbagai inisiatif, seperti penyediaan fasilitas sanitasi yang layak, akses informasi yang ramah anak, mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan responsif, serta pelatihan bagi guru dan staf tentang isu-isu perlindungan anak. Tujuannya adalah memastikan setiap kebijakan dan tindakan di sekolah selalu mempertimbangkan kepentingan terbaik anak.
           Deklarasi Sekolah Ramah Anak di SMPN 14 Kota Surakarta melibatkan partisipasi aktif dari seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua dan komite sekolah. Keterlibatan ini penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya SRA dan memastikan bahwa upaya perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Dengan demikian, SRA bukan hanya program dari atas, tetapi gerakan bersama yang tumbuh dari kepedulian dan kerja sama seluruh warga sekolah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak.










 MPLS Ramah di SMPN 14 Surakarta


Surakarta, 14 Juli 2025 – SMPN 14 Kota Surakarta hari ini menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan konsep "MPLS Ramah", menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan positif bagi para siswa dalam memulai perjalanan pendidikan mereka.


Kegiatan diawali dengan Apel Pembukaan MPLS Ramah yang penuh semangat, dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Setelah itu, suasana semakin semarak dengan kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti dengan antusias oleh para siswa baru. 


Memasuki sesi materi, peserta didik baru mendapatkan pemaparan penting mengenai Visi Misi Sekolah, yang bertujuan agar mereka memahami nilai-nilai dan tujuan pendidikan di SMPN 14 Kota Surakarta Dilanjutkan dengan materi "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", diharapkan dapat menanamkan karakter positif dan kebiasaan baik sejak dini.





Puncak acara MPLS Ramah kali ini adalah sesi edukasi mengenai pencegahan dan perlindungan kekerasan pada anak yang disampaikan langsung oleh Yayasan KAKAK. Materi ini sangat relevan dan penting untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang hak-hak mereka serta cara melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Melalui MPLS Ramah ini, SMPN 14 Surakarta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh siswa baru kelas 7. 








 Surakarta (02/05/2025)– Hari Pedidikan Nasional (Hardiknas) berkaitan erat dengan sosok Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah tokoh yang memperjuangkan pendidikan bangsa Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Pada masa itu, Ki Hajar Dewantara menentang kebijakan pemerintah kolonial Belanda, menentang sistem pendidikan yang hanya diperuntukkan bagi anak-anak orang kaya dan keturunan Belanda. Ki Hajar Dewantara berusaha agar pendidikan di Indonesia dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang status dan latar belakang dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang bernama Taman Siswa. 

 Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan Indonesia. Tanggal 2 Mei dipilih sebagai tanggal hari Pendidikan Nasioanal karena merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara. Pemilihan ini menjadi penghormatan atas jasa luar biasa untuk pendidikan orang Indonesia dan kemajuan bangsa. 

 Berkaitan dengan hal tersebut, SMP Negeri 14 Kota Surakarta melaksanakan upacara bendera pada hari Jumat, 2 Mei 2025 untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Upacara bendera dilaksanakan di halaman SMP Negeri 14 Kota Surakarta yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII – IX, serta seluruh guru dan karyawan. Upacara dipimpin oleh Ibu Rahmah Isnawati, S.Pd sebagai Pembina upacara, dan pengurus OSIS SMP Negeri 14 Kota Surakarta sebagai petugas upacara. Upacara bendera berjalan dengan lancar dan khidmat. 

 Peringatan Hardiknas kali ini mengusung tema "PARTISIPASI SEMESTA WUJUDKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK SEMUA". Artinya, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban. Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur. Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan "Pendidikan Bermutu untuk Semua". (Ayu Puspi



ta)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget