SMP N 14 SURAKARTA

Info Terbaru

SURAKARTA — Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat Pendidikan Antikorupsi (PAK) di lingkungan sekolah, Duta Anti Korupsi SMPN 14 Surakarta melaksanakan aksi penempelan poster edukasi integritas di seluruh ruang kelas.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan media edukasi visual yang dapat menjadi pengingat harian (daily reminder) bagi seluruh peserta didik. Pesan-pesan yang tertuang dalam poster menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai dasar integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti kejujuran akademik, kedisiplinan waktu, tanggung jawab terhadap tugas, serta sikap saling menghargai.


Melalui aksi nyata ini, Duta Anti Korupsi berharap pesan integritas tidak hanya dipahami secara teori di dalam mata pelajaran, tetapi juga hadir secara visual dan dihidupi dalam budaya belajar siswa sehari-hari. Ruang kelas yang jujur dan tertib menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda Kota Surakarta yang berkarakter kuat dan bebas dari perilaku koruptif.

Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif ini dan berharap seluruh warga SMPN 14 Surakarta dapat terus menjaga komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang bersih, jujur, dan berintegritas.

Penguatan Karakter Siswa Melalui Sosialisasi Anti Korupsi di SMPN 14 Surakarta

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program Pendidikan Antikorupsi (PAK), Duta Anti Korupsi SMPN 14 Surakarta menyelenggarakan sesi sosialisasi dan edukasi bagi peserta didik.


Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk mengenali perilaku koruptif sejak dini dalam skala kehidupan sekolah seperti budaya mencontek, tidak disiplin waktu, dan melanggar aturan serta bagaimana cara membentengi diri dengan nilai-nilai kejujuran.

Fokus Utama Sosialisasi:

  • Penanaman 9 Nilai Integritas KPK dalam kehidupan sehari-hari di kelas.
  • Penguatan peran aktif siswa sebagai pelopor kejujuran di lingkungan sekolah.
  • Pembentukan iklim belajar yang transparan, adil, dan saling menghargai.

Semoga langkah edukatif ini mampu menginspirasi seluruh warga SMPN 14 Surakarta untuk konsisten menerapkan budaya jujur, mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan mulai saat ini.

Tingkatkan Minat Baca, Perpustakaan Keliling Sambangi SMP Negeri 14 Kota Surakarta

Surakarta — Suasana SMP Negeri 14 Kota Surakarta tampak semakin hidup dan penuh antusiasme pada Selasa, 1 September 2026. Sekolah kedatangan layanan Perpustakaan Keliling yang hadir membawa beragam koleksi buku menarik untuk para siswa.

Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini disambut antusias oleh para siswa, baik siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka berkumpul dan mengantre di samping armada perpustakaan untuk memilih bacaan favorit, mulai dari buku pengetahuan umum, buku pelajaran, hingga buku cerita dan literatur digital.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses literasi kepada para siswa, menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah, serta memanfaatkan waktu istirahat secara positif dan edukatif. Tampak para siswa begitu asyik membaca buku pilihan mereka secara bersama-sama di area sekolah.

Tidak sekadar membaca, momen ini juga menjadi sarana interaksi edukatif antar sesama siswa. Mereka terlihat menikmati waktu istirahat sambil berdiskusi ringan mengenai buku bacaan yang mereka pilih bersama teman-teman sebaya.

Pihak sekolah menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran layanan Perpustakaan Keliling ini. Program ini terbukti berhasil menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan di luar kelas, mendekatkan akses bacaan berkualitas, serta menumbuhkan kembali kegemaran membaca di kalangan generasi muda di tengah maraknya era digital.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan minat baca siswa SMP Negeri 14 Kota Surakarta dapat terus meningkat secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi pembelajar yang berwawasan luas, kritis, dan berintegritas.

Membanggakan! Tim E-Sport SMPN 14 Surakarta Rebut Gelar Runner-Up di Kejuaraan Mobile Legends Kapolresta Surakarta

Surakarta — Prestasi siswa SMP Negeri 14 Kota Surakarta kembali mengudara, kali ini datang dari cabang olahraga elektronik (e-sport). Lewat perjuangan sengit dan strategi bermain yang matang, tim perwakilan sekolah berhasil keluar sebagai Runner-Up (Juara 2) dalam ajang Kejuaraan Mobile Legends Tingkat SMP Kapolresta Surakarta.

Turnamen yang diselenggarakan oleh Kapolresta Surakarta ini menjadi wadah kompetitif berintegritas bagi para pelajar jenjang SMP se-Kota Surakarta untuk menyalurkan minat, bakat, serta kemampuan mereka di bidang e-sport secara positif dan sportif.

Keberhasilan luar biasa ini dicapai berkat kekompakan, kedisiplinan, serta komunikasi yang solid dari lima siswa hebat yang memperkuat skuad utama SMPN 14 Surakarta, yaitu:

  1. Nehemia Trio Haryono (Kelas 9A)

  2. Maximillian Samuel Tangkudung (Kelas 9G)

  3. Radhitya Devan Rafandra (Kelas 9C)

  4. Langit Erland Kurayana (Kelas 9A)

  5. Satria Adiwangsa (Kelas 9D)

Sejak babak awal penyisihan, kelima siswa ini mampu menunjukkan dominasi game yang tenang, kerja sama tim yang apik, serta eksekusi taktik yang baik dalam menghadapi perlawanan ketat dari berbagai sekolah menengah pertama lainnya. Keberhasilan menembus babak final hingga meraih posisi runner-up membuktikan bahwa game apabila diarahkan dengan disiplin dan mentalitas yang tepat dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nehemia, Maximillian, Radhitya, Langit, dan Satria atas dedikasi serta semangat juang mereka yang tinggi dalam membawa nama harum SMP Negeri 14 Kota Surakarta.

Semoga pencapaian ini tidak hanya menjadi momentum pembuktian bakat mereka di bidang e-sport, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa SMPN 14 Kota Surakarta untuk terus mengasah potensi, berani berkompetisi, dan mengukir prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

 Memperkuat Integritas Sejak Dini: Pengukuhan Duta Anti Korupsi SMP Negeri 14 Kota Surakarta

Surakarta — SMP Negeri 14 Kota Surakarta terus berkomitmen dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk langkah nyata dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi di lingkungan sekolah, SMP Negeri 14 Kota Surakarta secara resmi mengukuhkan Duta Anti Korupsi.

Terpilihnya Duta Anti Korupsi ini tidak lepas dari rangkaian proses seleksi yang ketat dan kompetitif. Dari sekian banyak kandidat yang mengikuti seleksi, dua siswa terbaik berhasil membuktikan komitmen, wawasan, serta kepemimpinan mereka untuk mengemban amanah besar ini. Kedua siswa tersebut adalah:

  • Shelananta Mardwianti dari kelas 9B

  • Fatir Aban Philander dari kelas 7G


Prosesi penyematan selempang dan pengukuhan resmi dilaksanakan secara khidmat pada 14 Agustus 2026, yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 14 Kota Surakarta, Bapak Drs. Sumarjo.

Dalam momentum tersebut, penyematan ini bukan sekadar simbolisasi formal, melainkan bentuk kepercayaan penuh sekolah kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan (agent of change). Sebagai Duta Anti Korupsi, Shelananta dan Fatir memiliki peran strategis dalam menanamkan sembilan nilai integritas—yaitu jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras—dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kehadiran Duta Anti Korupsi dari perwakilan kelas 7 dan 9 ini diharapkan dapat merangkul seluruh jenjang siswa, menciptakan ekosistem belajar yang transparan, serta menginspirasi rekan-rekan sebaya untuk menolak segala bentuk kecurangan sekecil apa pun sejak dini.

Selamat mengemban tugas kepada Shelananta Mardwianti dan Fatir Aban Philander. Mari bersama-sama mewujudkan SMP Negeri 14 Kota Surakarta yang berkarakter, berprestasi, dan berintegritas tinggi!

Penguatan Literasi Numerasi Bersama Dra. Henny Riandari, M.Pd. di SMP Negeri 14 Kota Surakarta

Pada Kamis, 21 Agustus 2026, SMP Negeri 14 Kota Surakarta kembali menggelar agenda peningkatan mutu pendidik bertajuk "Penguatan Literasi Numerasi" dengan menghadirkan narasumber Ibu Dra. Henny Riandari, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para guru dalam merancang asesmen yang berstandar dan berkualitas.


Dalam pemaparannya, Ibu Henny secara rinci mengupas penjabaran serta karakteristik soal-soal yang masuk dalam kategori literasi dan numerasi. Beliau menekankan bahwa soal literasi tidak sekadar menguji kemampuan membaca, melainkan melatih pemahaman kritis terhadap teks kontekstual. Sementara itu, soal numerasi berfokus pada penalaran matematis dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata, bukan sekadar hafalan rumus abstrak.

Selain membedah struktur soal, Ibu Henny memberikan penekanan penting terkait kaidah penulisan dan penyusunan instrumen tes. Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah larangan menggabungkan atau menggantungkan stimulus/pertanyaan soal dengan nomor soal sebelumnya.

Prinsip dasar kaidah penyusunan soal ini meliputi:

  • Independensi Butir Soal: Setiap nomor soal harus berdiri sendiri sehingga kesalahan siswa dalam menjawab soal nomor sebelumnya tidak berdampak pada nomor berikutnya.

  • Kejelasan Stimulus: Informasi atau narasi pendukung hendaknya disajikan secara utuh pada tiap kelompok soal agar tidak membingungkan siswa saat melakukan analisis.

  • Ojektivitas Asesmen: Menjaga agar pengukuran kemampuan siswa pada satu indikator tidak terkontaminasi oleh pencapaian indikator lainnya.

Melalui kegiatan penguatan ini, para pendidik di SMP Negeri 14 Kota Surakarta diharapkan dapat mengimplementasikan kaidah penulisan soal yang baik dan benar, sehingga mampu menghasilkan asesmen yang valid untuk mengukur serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik secara optimal.


 

 

SMP Negeri 14 Kota Surakarta Gelar Workshop Desain dan Fasilitas Pembelajaran Berbasis AI

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, SMP Negeri 14 Kota Surakarta sukses menyelenggarakan Workshop Desain dan Fasilitas Pembelajaran Guru dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital serta kesiapan para pendidik dalam menghadapi tantangan era pembelajaran modern.

Sesi pertama menghadirkan Ibu Ainul Qoyim, M.Pd. yang membawakan materi pembuatan Rencana Pembelajaran Mendalam menggunakan platform AI modern. Pada sesi ini, para peserta diajak mengeksplorasi penggunaan Icloud dan Gemini AI dalam menyusun perangkat ajar, serta pembuatan media dan gim interaktif memanfaatkan kecerdasan buatan dari Canva AI


Integrasi AI dalam dunia pendidikan memberikan berbagai manfaat strategis bagi pendidik, di antaranya:

  • Efisiensi Waktu: Mempercepat penyusunan modul ajar, perangkat pembelajaran, dan materi evaluasi.

  • Personalisasi Pembelajaran: Memudahkan penyusunan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta gaya belajar murid.

  • Kreativitas Tanpa Batas: Membantu merancang media visual dan gim edukatif yang menarik serta interaktif secara instan.

  • Inovasi Metode Mengajar: Mendorong pendidik untuk terus bereksplorasi dengan strategi pembelajaran berbasis teknologi.



Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan oleh Bapak Danang Aji Sulistyono, S.Pd. dengan materi bertajuk "Mempersiapkan Pembelajaran Inovatif Berbasis AI dengan Gemini". Fokus utama sesi ini adalah pendalaman pemanfaatan Gemini Notebook. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana fitur ini berfungsi sebagai "buku catatan cerdas" yang membantu guru dalam mengelola referensi materi, menyimpan hasil brainstorming ide kreatif, serta mengorganisir dokumen pembelajaran secara lebih sistematis dan terstruktur. Melalui Gemini Notebook, para pendidik diajak untuk lebih produktif dalam merancang strategi pembelajaran dinamis, menyusun prompt yang efektif, serta mengintegrasikan data pendukung pembelajaran dengan lebih mudah dan cepat.

Penguatan Literasi Numerasi (Litnum) Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Hal menarik yang menjadi benang merah dari kedua narasumber adalah penekanan materi yang berkaitan erat dengan Literasi Numerasi (Litnum) pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kedua narasumber menjelaskan secara mendalam bahwa terdapat perbedaan mendasar antara soal-soal Litnum TKA dengan soal-soal konvensional pada umumnya:

  • Penggunaan Konteks Nyata (Problem Solving): Soal umum biasanya berfokus pada hafalan rumus, teori, atau hitungan matematis abstrak semata. Sebaliknya, soal Litnum TKA menyajikan konteks kehidupan sehari-hari yang menuntut siswa untuk menganalisis narasi, tabel, atau grafik sebelum menyelesaikan masalah.

  • Penalaran dan Berpikir Kritis (HOTS): Soal Litnum TKA tidak sekadar menguji kemampuan menjawab "apa" atau "berapa", melainkan melatih logika berpikir mendalam, pemahaman konsep, inferensi, serta kemampuan mengevaluasi informasi dari berbagai sudut pandang.

  • Integrasi Multidisiplin: Soal Litnum TKA menghubungkan pemahaman bacaan (literasi) dengan logika angka (numerasi) secara beriringan, sehingga guru dituntut merancang perangkat ajar yang tidak berfokus pada tes mekanis semata.

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 14 Kota Surakarta tidak hanya makin mahir memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mampu merancang asesmen dan media pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kemampuan Literasi dan Numerasi para siswa.



MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget