SMP N 14 SURAKARTA

Info Terbaru

Pada Hari Sabtu, 22 Juni 2024 SMP Negeri 14 Surakarta memperoleh penghargaan atas Juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan( SSK) Paripurna Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pada penyerahan penghargaan ini bertempat di Pantai Kartini, Jepara. Penyerahan penghargaan ini diwakili oleh Ibu Rifen Gigih Affafa, S.Pd. Penyerahan penghargaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke 31 dan Hari Anak Nasional ke 40 yang digelar oleh Provinsi Jawa Tengah.
Penyerahan penghargaan ini juga berbarengan dengan penyerahan bidang lomba yang lain. Pada kesempatan ini Kota Surakarta memperoleh Juara 1 SSK Paripurna Terbaik Tingkat Prov. Jateng( SMP N 14 Surakarta), Juara 1 Kampung KB Kel. Pucangsawit, Juara 1 Jingle Dance Genre, Juara 3 Forum Anak, Juara 3 PIK-R Tunas Unggul Kel. Nusukan

 

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran yang di dalamnya terdapat materi tentang kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan pembangunan. Hal tersebut bertujuan agar guru dan peserta didik dapat mengetahui isu kependudukan serta guru diharapkan mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.

Pada tahun 2024 ini SMP N 14 Surakarta berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan dalam waktu dekat ini akan melangkah menuju Nasional. Dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah yaitu Ibu Dra. Liestyani Dhamayanti,M.Pd dan seluruh tim SSK yang diketuai Oleh Ibu Yani Soegiyanto,S.Pd mampu dan berhasil memboyong kejuaraan tersebut.

Tepat di tanggal 25 April 2024 kemarin kabar baik itu sampai di sekolahan kami. Diberikan langsung oleh Ibu  Purwanti, SKM, M.Kes, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan didampingi oleh Ibu Dra. Sabta Endah Yulianti, MM, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Sistem Informasi Keluarga, Gender dan Anak beserta Ibu Dra. Ani Ardi Suprijani, M.Pd dari Dinas pendidikan Kota Surakarta, SMPN 14 Surakarta menerima langsung Kejuaran tersebut, sekaligus siap melangkah menuju Nasional. 

Wahhh keren sekali ya SMP Negeri 14 Kota Surakarta

Selamat dan Sukses dalam mengikuti ajang SSK Tingkat Regional mewakili Provinsi Jawa Tengah. 

(dok smpn14ska Penyerahan Nota Dinas Juara 1 SSK tingkat Prov Jawa Tengah)


 

Di Indonesia pernikahan dini masih banyak terjadi baik di pedesaan maupun perkotaan. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi kedua di asia dalam kasus pernikahan dini. Adanya beberapa faktor  pernikahan dibawah umur yang membuat generasi  menjadi rusak sehingga menjadikan banyaknya angka perceraian dan angka kematian. Pernikahan dini yang jika anak belum cukup umur, belum matangnya sistem reproduksi dan kematangan berfikir secara biologis, maka akan banyak menimbulkan  resiko pada pernikahan dini. Baik dari segi internal maupun eksternal yang mempengaruhi pernikahan dini terjadi.

Pernikahan dini atau biasa disebut pernikahan dibawah umur sudah terjadi dari zaman dahulu dan masih berlanjut sampai sekarang. Perubahan undang-undang yang dilakukan oleh Pemerintah diharapkan dpat menekan dalam kasus pernikahan dini .

Didalam hal ini SMPN 14 Kota Surakarta yang merupakan salah satu sekolah SSK gencar melatih para kader –kadernya senantiasa melakukan pendekatan kepada seluruh para siswa siswisupaya seluruh siswa siswi tidak terjerumus dalam pernikahan dini. Seperti yang dilakukan oleh salah satu Duta PIK R Ananda Paris dari kelas 8C, bagaimana dia membantu pihak sekolah mengupayakan penanggulangan pernikahan dini di lingkungan sekolahnya.

Kegiatan ini rutin dilakukan, dalam tempo sebulan sekali diharapkan cara ini dapat menekan keinginan para lulusan SMP untuk memiliki pernikahan lebih dini. Dan hebatnya dengan metode jemput bola seperti ini dirasakan sangat ampuh dikalangan anak anak remaja, selain dapat ,menjadi ajang curhat , anak anak juga secara jelas mendapatkan gambaran bahwa pernikahan yang terlalu dini adalah salah satu hal dalam pilihan hidup yang harus dihindari, mengingat anak-anak masih memiliki masa depan yang panjang dan cerah, serta SMPN 14 Kota Surakarta akan terus mengawal kegiatan ini.

(dok smpn14ska Kegiatan PIK R Sosialisasi Pernikahan Dini)

(dok smpn14ska Duta PIK R dalam kegiatan sosialisasi)




Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kurang stimulasi. Stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, serta ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan ,1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting, kurang lebih ada 5 juta anak Indonesia mengalami stunting (Studi Status Gizi Indonesia, 2021). 

Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Faktor lingkungan, perilaku, dan layanan kesehatan sangat mempengaruhi.
            Kasus stunting sering terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah. Dengan mengatasi stunting, kita juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial.


(dok smpn14ska kegiatan sosialisasi stunting)

(dok smpn14ska kegiatan posyandu Lily)

Apabila generasi penerus kerap mengalami stunting, akankah Indonesia melihat generasi emas-nya di 2045? Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14% pada tahun 2024, sementara angka stunting di tahun 2021 mencapai 24% dan 23% bayi lahir sudah stunting, maka intervensi harus dimulai sebelum bayi lahir—bahkan sejak perempuan masih di usia remaja.

dok smpn14ska kegiatan posyandu Lily)

 SMP N 14 Surakarta kembali menerjunkan para duta andalannya untuk bergerak dalam misi membantu pemerintah dalam menuntaskan Stunting di negara Indonesia, khususnya di kota Surakarta. Salah satu duta PIK-R ananda Hanisa dari kelas 8D terjun langsung ke salah satu Posyandu di sekitaran SMP N 14 Surakarta, yaitu kemarin pada Hari Sabtu 27 Mei 2024, bersama tim SSK dari sekolahan melakukan beberapa pengecekan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan bayi dan balita agar dapat dipantau masih adakah bayi dan balita masuk kedalam golongan rawan stunting, kegiatan itu meliputi pengecekan tinggi badan lingkar lengan dan lingkar kepala, kemudian penghcekan buku KMS yang dimiliki oleh warga posyandu Lily VII di Kelurahan Purwodingratan.

dok smpn14ska kegiatan posyandu Lily)


 SMP Negeri 14 Surakarta, merupakan sekolah yang peduli dengan pembentukan karakter peserta didik, pelantikan duta di lingkup sekolah menjadi salah satu sarana tempat berlatih siswa. Pelantikan duta SSK, Duta Putra/Putri Palaska, Duta Remaja Bersinar dan Duta PIK-R. Pelantikan Duta ini dilaksanakan Kamis, 14 Maret 2024 di Lab IPA. Pelantikan dipimpin oleh Kepala SMP N 14 Surakarta, Ibu Dra. Liestyani Dhamayanti, M.Pd. Peserta didik yang dilantik diharapkan dapat melatih kemampuan masing-masing. 

Duta SSK yang dilantik adalah Gibran dan Arnelita , kedua peserta didik ini mempunyai public speaking  yang bagus dan menguasai materi tentang kependudukan peserta didik di lingkungan SMP Negeri 14 Surakarta. Duta Putra Putri Palaska disematkan kepada Tiara dan Alvin Kedua peserta didik merupakan peserta didik yang pandai dan mempunyai wawasan luas. 

Duta remaja bersinar disematkan kepada Riyuki Alviatul Ilmi dan Felix Marchielo Huga. Kedua peserta didik ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bahaya narkotika kepada teman sebaya. Sehingga akan tercipta iklim belajar yang baik yang tercipta dari tutor teman sebaya. Duta PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) disematkan kepada Paris dan Farand. Kedua peserta didik ini mempunyai sifat percaya diri yang bagus, ramah , dan amanah. Sifat dan kepribadian yang bagus dari Duta PIK-R dapat membuat peserta didik tertarik menjadi konselor atau teman berbagi cerita. 


(dok smpn14ska. Putra-putra palaska, Duta SSK, Duta Genre Remaja, Dita PIK-R dan Duta Remaja Bersina)

Sekolah menjadi sebuah wadah penting dalam terbentuknya fase remaja peserta didik. SMP Negeri 14 Surakarta mengadakan Sosialisasi P4GN ( pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dalam sosialisasi ini, sekolah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta. Kegiatan sosialisasi P4GN ini dilaksanakan pada Hari Jumat, 15 Maret 2024 bertempat di laboratorium IPA. Sosialisasi P4GN ini menjadi bagian dari kegiatan LDKS OSIS SMP N 14 Surakarta. 

(dok.smpn14ska sosialisasi P4GN bersama BNN Kota Surakarta)

P4GN adalah singkatan dari pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sebuah upaya yang terus menerus dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat dan Pemerintah serta dunia, usaha untuk mengindahkan masyarakat dari resiko penyalahgunaan adiksi narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada peserta didik terkait penyalahgunaan narkoba. 

Peserta didik yang mengetahui dampak negatif dari penggunaan narkoba ini diharapkan dapat mencegah diri dalam dunia narkoba. Remaja dapat melakukan kegiatan positif dan dapat saling berbagi cerita ke teman-teman tentang bahasa narkotika. 
(dok.smpn14ska.peserta didik menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba)

Pada akhir sosialisasi, BNN Kota Surakarta dan SMP N 14 Surakarta melakukan penandatanganan kerja sama untuk melantik duta remaja bersinar. Pelantikan duta remaja ini bertujuan untuk mewujudkan mewujudkan sekolah bersinar. Sekolah bersinar yang memiliki lingkungan bersih dari narkotika. 
(doksmpn14ska. sekolah bersinar (bersih narkoba) dari BNN Kota Surakarta)

Setelah kegiatan penandatanganan kerjasama, dilanjutkan dengan pelantikan duta remaja bersinar. Duta remaja bersinar ini di sematkan kepada ananda Riyuki Alviatul Ilmi dan Felix Marchielo Hugo. 
(doksmpn14surakarta penandatanganan kerja sama BNN Kota Surakarta dan SMP N 14 Surakarta)

-Jauhi Narkoba, wujudkan generasi cemerlang-

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget